.com

Pendengar Yang Buruk - Kebiasaan Buruk Orang Tua

f g+ t
Publikasikan :
Pendengar Yang Buruk - Kebiasaan Buruk Orang Tua
Menjadi pendengar yang buruk merupakan  salah satu dari 37 kebiasaan buruk orangtua. Perlu kita tau bahwa hampir semua orang tua adalah pendengar yang buruk untuk anaknya. Seringkali kita sebagai orang tua akan langsung menyela jika ada masalah pada anak-anak, serta menasehatinya tanpa perlu mengetahui penyebab masalah tersebut.

Misalnya, ketika anak pulang sekolah pada sore hari yang seharusnya sudah tiba di rumah pada siang hari. Sebelum anak tiba di rumah, orang tua pasti menunggu kepulangan sang anak dengan perasaan khawatir sekaligus jengkel karena tidak mendapat informasi tentang dan dari sang anak.

Dan kebanyakan yang dilakukan orang tua ketika anak masuk rumah dalam keadaan lelah adalah dengan memberi sang anak omelan dan pertanyaan yang bertubi-tubi. Seringkali kita memotong dan memperbesar nada suara ketika sang anak akan memberi penjelasan. Oleh karena itu anak hanya bisa merasakan marah dalam diamnya.

Yang akan terjadi adalah mereka akan berbuat yang sama kepada kita dan akan mulai memiliki sifat cuek terhadap kita. Hal tersebut akan terjadi jika kita tidak berupaya untuk mendengarkan mereka terlebih dahulu.

Pendengar Yang Buruk - Kebiasaan Buruk Orang Tua

Yang Seharusnya Dilakukan


Apabila kita tidak menginginkan hal ini, maka kita harus mau meluangkan waktu untuk belajar menjadi pendengar yang baik. Perhatikan dan dengarkan dengan baik dan serius semua hal yang diungkapkannya. Berusahalah untuk menunjukkan keseriusan akan penjelasan yang dia berikan dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Beri kesempatan kepadanya untuk menjelaskan. Dan jangan lupa, pembicaraan yang baik adalah dialog dua arah.

Jika dia mempunyai masalah, maka kita bisa beri saran dan solusi. Dan jika dia melakukan tindakan yang kurang baik, beri penjelasan bahwa hal tersebut tidak baik. Tetap berikan dia tanggung jawab terhadap perbuatannya. Tidak perlu marah, apalagi jika dia sudah mau bercerita atau memberi penjelasan kepada kita. Amarah kita akan membuat sang anak memutuskan untuk tidak akan lagi bercerita pada hari berikutnya.