.com

Memberi Julukan Yang Buruk - Kebiasaan Buruk Orang Tua

f g+ t
Publikasikan :
Memberi Julukan Yang Buruk - Kebiasaan Buruk Orang Tua
Melabeli atau memberi julukan yang buruk merupakan salah satu dari 37 kebiasaan buruk orangtua. Kebiasaan tersebut seharusnya tidak dilakukan, karena semua anak ingin merasa disayang, diterima, dan dihargai. Namun seringkali kita memakai cara yang keliru untuk mendisiplinkan anak. Misalnya dengan memberi julukan negatif, misalnya Si Pemalas, Si Cengeng, Anak Nakal, Anak Pungut, dan lain-lain. Atau menyatakan bahwa "kamu bukanlah anak Ibu / Ayah" ketika kita merasa kecewa dengan perilakunya. Atau menyalahkan anak sebagai sumber kesialan "kenapa Ibu harus melahirkanmu." Atau mengungkapkan pelecehan terhadap bakat anak "Tidak mungkin kamu bisa."

Contoh lain, ada beberapa anak yang meskipun sudah dewasa tetapi masih mengompol. Oleh sang orang tua diberikan julukan Tukang Ngompol, agar anak tidak mengompol lagi. Akan tetapi yang terjadi bukanlah seperti keinginan orang tua, malahan sang anak lebih sering mengompol yang menimbulkan anak semakin merasa malu. Tidak hanya di situ, julukan Tukang Ngompol akan terus menempel pada anak walaupun dia sudah tidak mengompol lagi.

Semua hal di atas akan berakibat destruktif untuk anak, bisa menyebabkan penurunan kepercayaan diri dan juga harga dirinya. Seseorang yang diberi julukan aneh akan benar-benar melihat dirinya sebagai sosok yang aneh pula, apapun kedudukan sosialnya. Dia akan merasa dianggap aneh, direndahkan dan dipojokkan oleh masyarakat. Hal ini adalah penghinaan terhadap kepribadiannya. Perubahan citra pada dirinya dianggap tidak akan bisa dilakukannya dengan cara apapun. Dan julukan tersebut semakin lengket apabila dia menolaknya. Karena julukan merupakan sugesti terhadap seseorang, apalagi jika hal tersebut diberikan oleh orang terdekatnya terutama orang tua, maka julukan itu akan lebih dipercayai oleh anak.

Memberi Julukan Yang Buruk - Kebiasaan Buruk Orang Tua

Kebiasaan menjuluki anak sering kali dilakukan oleh orang tua yang emosional dan mudah hilang akan kesabaran untuk mendidik anak. Nilai negatif pada citra diri anak akan mengakibatkan anak kurang bisa berkembang menjadi pribadi yang percaya diri. Anak akan mempunyai rasa malu yang kuat, bersifat ragu-ragu, dan cenderung menghindar dari pergaulan. Pada anak yang lain citra negatif tersebut bisa membentu pribadi kasar, pemberontak, jorok, bodoh, dan lain-lain.

Yang Seharusnya Dilakukan


Hal yang perlu dilakukan jika kita telah menjuluki sang anak adalah dengan meminta maaf dan meyakinkannya bahwa dia anak yang sangat kita cintai.

Salah satu tugas orang tua memang untuk mendisiplinkan anaknya, tetapi tidak perlu dengan mengeluarkan kata-kata kasar ataupun memberinya julukan jelek. Berteriak saat marah sangat mudah dilakukan, namun hal tersebut tidak menyelesaikan masalah.

Jika kita ingin mendisiplinkan anak, disarankan agar memakai cara yang lebih baik, misalnya dengan menyita mainan anak sampai dia mau mengubah sifatnya. Cara lain dengan memberikan 1 bintang terbuat dari kerta jika dia berbuat baik, dan apabila dia sudah mengumpulkan 5 bintang maka berikanlah hadiah padanya (prinsip token economy). Ketika anak sudah lebih tenang, peluk dan kasih penjelasan tentang alasan kita melakukan hal tersebut.

Ucapan bisa memberi efek positif dan negatif pada anak. Berilah julukan yang baik pada anak sesuai dengan harapan anda terhadapnya, contohnya Si Pemaaf, Anak Baik, Anak Pintar, dan lain-lain.