.com

Menunda Atau Membatalkan Hukuman - Kebiasaan Buruk Orang Tua

f g+ t
Publikasikan :
Menunda Atau Membatalkan Hukuman - Kebiasaan Buruk Orang Tua
Menunda atau membatalkan hukuman merupakan salah satu dari 37 kebiasaan buruk orangtua. Apabila kita sudah memberitaukan kepada anak bahwa kita akan memberinya sanksi atau hukuman sesuai kesepakatan yang telah dilanggar oleh anak, segera berikan sanksi tersebut, jangan menundanya terlalu lama atau malah membatalkannya karena kasihan atau lupa.

Misalnya kesepakatan tentang tidak boleh membeli lagi suatu barang. Contoh, ketika sang anak mencoba untuk melanggar kesepakatan dengan terus merengek untuk dibelikan mainan atau permen, kita coba beritau terlebih dahulu tentang kesepakatan yang sudah disetujui bersama sebelumnya.

Sang anak akan ingat dan berhenti merengek. Tetapi setelah anak sadar akan kesepakatan dan memutuskan untuk tidak merengek, di saat itu terkadang kita menganggap masalah tersebut sudah selesai, akhirnya penundaan hukuman mulai dilakukan, bahkan hukuman tersebut bisa dibatalkan karena kasihan atau lupa.

Menunda Atau Membatalkan Hukuman - Kebiasaan Buruk Orang Tua

Dari kejadian tersebut sang anak akan berpikir bahwa kita tidak akan pernah melakukan tindakan / hukuman sesuai kesepakatan, atau dengan kata lain mereka menganggap semua itu hanyalah omong kosong. Akibat dari tindakan ketidaktegasan kita tersebut, sang anak akan cenderung melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan.

Yang Seharusnya Dilakukan


Ketika anak melanggar kesepakatan, kita harus segera melakukan sanksi sesuai dengan kesepakatan. Apabila kita merasa kasihan, cukup beri sedikit keringanan akan hukumannya, tetapi tetap lakukan secara tegas dan tanpa menghukum secara fisik.

Hukuman yang dimaksud bisa seperti pengurangan terhadap waktu sang anak dalam melakukan hobinya, misalnya perpendek jam ber-internet, jam menonton TV atau jam bermain game.