.com

Terlalu Cepat Menyimpulkan - Kebiasaan Buruk Orang Tua

f g+ t
Publikasikan :
Terlalu cepat menyimpulkan adalah salah satu dari 37 kebiasaan buruk orangtua. Kebiasaan ini juga sudah pasti dimiliki oleh orang tua yang kebanyakan memiliki kebiasaan menjadi pendengar yang buruk. Kebiasaan menjadi pendengar yang buruk di sini yaitu keseringan kita untuk memotong pembicaraan sang anak ketika dia menjelaskan sesuatu tetapi secara tiba-tiba kita langsung menarik kesimpulan secara sepihak dan bermaksud untuk menyudutkannya.

Kejadian ini sering terjadi ketika kita sudah kehabisan kesabaran. Akibatnya kesimpulan yang kita buat sudah pasti selalu negatif. Dan jikapun memang benar begitu faktanya, cara ini tetap akan menyakiti hati sang anak.

Misalnya di saat anak kita datang terlambat dan dia ingin memberi penjelasan penyebabnya, tetapi kita langsung memotong pembicaraannya dengan ucapan, "Ah! Ibu/Ayah sudah tau, pasti kamu main ke tempat itu", atau "Sudahlah! Tidak perlu mencari alasan."


Keseringan untuk melakukan kebiasaan ini akan berakibat sang anak menilai kita adalah orang tua yang sok tau, yang tidak mau tau akan kondisi dan selalu mengesalkan. Karena itu sang anak akan berhenti dan tidak akan mau berkomunikasi dan bercerita kepada kita. Dan pada akhirnya dia akan melakukan hal-hal yang dituduhkan kepadanya. Nasihat kita pun tidak akan dia dengarkan. Pada situasi yang sudah parah, dia akan meninggalkan kita ketika kita melakukan komunikasi kepadanya.

Yang Seharusnya Dilakukan


Tetap jaga kesabaran dengan tidak memotong pembicaraan serta mengambil kesimpulan secara sepihak. Semua orang pasti tidak suka diperlakukan seperti itu oleh orang lain.

Tetap bersifat positif dengan memberikan kesempatan anak untuk menyampaikan semua penjelasannya serta berikan respon positif dan antusias. Pada suatu titik dia akan meminta kita untuk menanggapinya, tentunya setelah dia selesai menjelaskan. Jika dia sudah mau terbuka dengan menanyakan pertanyaan "Bagaimana pendapat Ibu/Ayah?" Di sinilah sang anak sudah memasuki tahapan dan kesiapan untuk menerima tanggapan dan komentar kita.